MASGUN

  • Archiv
  • RSS
  • Message Me
banner

Cerpen #12 : 2 Bocah Kecil

Namanya adalah Saddan dan Riska , dua anak kecil yang masih polos itu pergi ke meja yang satu ke meja yang lain. Aku memperhatikan nya , dia menyanyikan lagu yang tidak ada suaranya , dia hanya menggerakkan alat musik khas dari tutup botol logam itu.

Pada akhirnya mereka berdua mendekat kepadaku dan melakukan hal yang sama. Aku tersenyum , senyum juga sedekah bukan ? Kadua anak kecil itu sepertinya bisa menebak kalau saya tidak akan memberinya uang.

Sebelum mereka pergi , saya bertanya :

“Adik , kalian sudah makan?”

mereka berdua saling tatap , kemudian malu-malu mengangguk

“Sok hayuk , duduk disini, ayo makan dulu” , aku ternyum

mereka berdua malu , dan masih belum mengerti

“Gak usah malu , kakak yang bayar kok”,aku menambahkan

* * * * *

2 porsi soto ayam itu sudah mereka habiskan , mereka senang sekali. Mungkin ini makanan paling enak mereka selama sabulan ini. Saya menemani mereka makan meski makanan saya sudah habis duluan . Menunggu mereka menyelesaikan makannya. Sambil ngobrol. Nama yang lebih besar adalah Riska , 11 tahun , sudah tidak sekolah. Yang kedua adalah Saddan , mata bocah laki laki itu terlihat lebih tegar dari mata kakak-kakak aktivis di kampus-kampus ini. Dia masih sekolah , kelas 1 SD , mengamen setiap hari libur seperti ini atau selepas sekolahnya . Dia bilang seperti itu.

Mereka berdua sudah tidak memiliki ayah , dan tinggal dengan ibunya di rumah , rumahnya jauh , letaknya terlalu jauh dari kampus ini untuk menjadi area bermain anak anak usia mereka. Tapi , bagi anak jalanan , jalanan adalah rumah , dimanapun berada , itu adalah rumah.

Tampak mereka berdua lelah sekali 

“Kalian mau minum apa ?” saya tanya lagi

mereka lagi - lagi malu untuk menjawab 

saya tersenyum , kemudian mengambilkan minuman untuk mereka.

“Saddan , tetep sekolah yang rajin ya , jangan putus sekolah ya”

“Kak , kalau lulus SD nanti dapat ijazah ya?”,riska menimpali

“Iya riska”

“Ohhh itu bisa buat kerja ya?”, tanyanya lagi

saya mengangguk berat

“Makanya , riska meskipun udah nggak sekolah , tetep semangat berlajarnya ya , udah bisa membaca kan ?”

Riska mengangguk lucu sambil menikmati minumannya

“Kalian berdua , jadilah anak-anak yang baik ya , minggu depan , kesini lagi aja , kakak ada disini sekitar jam segini , nanti kakak jajanin lagi , mau ?”

“mau kak, mau mau . . “,mereka berdua mengangguk bersemangat

“besok kakak bawain buku-buku juga buat Riska , sama buat Saddan”

mereka berdua terlihat lebih cerah wajahnya , sekiranya mereka lahir di keluarga berada , pastilah riska ini akan tumbuh menjadi gadis yang cantik , dan saddan akan tumbuh menjadi laki-laki yang hebat.

Keceriaan mereka hanya tertutup oleh beban hidup dan kotornya penampilan mereka.

“Udah makannya ? udah kakak bayar kok , sama ini , martabak manis , titip buat ibu kalian ya”

mereka ragu-ragu menerimanya , bungkusan agak besar , mungkin martabak juga akan menjadi menu spesial mereka selama sebulan ini.

“Kakak mau pamit dulu ya, kalian hati-hati di jalan” 

“kakak , terima kasih ya , makanannya sama martabaknya , riska sama saddan jadi kenyang , belum makan dari kemarin soalnya”

saya antara hendak ingin menangis saat mereka mengatakannya,tapi ini ditempat umum.

Saya tepuk dan mengelus rambut mereka berdua yang tidak terawat. Anak-anak ini telah menyentuh hati saya sangat dalam. Mereka terlalu jujur dan polos. Rasanya tidak adil membiarkan anak-anak seusia mereka berada dijalanan mencari uang.

“Iya iya , minggu depan kesini lagi aja ya , riska sama saddan “

“iya kak , pasti pasti . . “

kemudian mereka berlari-lari kecil , bersembunyi dibalik pagar sambil menikmati minuman dan jajan mereka yang belum habis.

Kurniawan Gunadi

    • #cerpen
    • #kurniawangunadi
    • #all rights reserved
  • Vor 1 Jahr
  • 8
  • Comments
  • Permalink
Share

Kurze URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

8 Notes/ Hide

  1. von dionajie als Favorit markiert
  2. von annisaadejanira als Favorit markiert
  3. von ciul als Favorit markiert
  4. von safaaafrina als Favorit markiert
  5. bungaca hat diesen Eintrag von kurniawangunadi gerebloggt
  6. von rufisa als Favorit markiert
  7. von ragilliarach als Favorit markiert
  8. von madyaba als Favorit markiert
  9. von kurniawangunadi gepostet

Neueste Kommentare

Blog-Kommentare powered by Disqus
← Vorige Seite • Weiter →

Über

Avatar KURNIAWAN GUNADI






Muslim , Indonesian
12 Rabiul Akhir
ENTJ

Product Design Student 2009

Faculty of Art and Design
Bandung Institute of Technology

Seiten

  • Tentang Saya
  • Ruang Buku
  • Cerpen
  • Tulisan
  • Fotografi
  • Sekolah Pra Nikah
  • Disclaimer

Find Me

  • @@KurniawanGunadi on Twitter
  • Facebook Profile
  • 78516817@N05/ on Flickr
  • My Skype Info

Twitter

loading tweets…

I Dig These Posts

  • Foto via sarahdewiyanti

    beingindonesian:

    Sunrise at Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia.

    (by Hueystar)

    Subhanallah..

    Foto via sarahdewiyanti
  • Eintrag via ragiel-wae
    Tulisan : BAng Darwis TERE liye


    Orang dewasa, saat ditanya, kenapa kita belajar menulis? Kalau jawabannya: agar bisa menerbitkan buku. Maka itu...
    Eintrag via ragiel-wae
  • Foto via karldavies

    Silhouette & Photogram

    Foto via karldavies
  • Fotoserie via karenhurley

    Jody Xiong of DDB China in conjunction with the China Environmental Protection Foundation created this wonderful outdoor campaign to create a...

    Fotoserie via karenhurley
Mehr →
  • RSS
  • Beliebig
  • Archiv
  • Message Me
  • Mobil

(c)2013 Kurniawan Gunadi.

Effector Theme by Pixel Union