Harapan

adalah orang tua kita , yang memegang harapan tinggi terhadap anak-anaknya. dan hampir seluruh orang tua di negeri ini secara rata-rata , mengharapkan anaknya memperoleh penghidupan yang lebih baik.

dengan sekolah

mereka menyekolahkan anak-anaknya untuk menjadi seseorang , kelak berpenghasilan tinggi , makmur , hidup senang , sampe tua , punya keluarga yang baik dan rukun serta dekat dengan mereka.

tapi pada kenyataannya . . 

anak-anak mereka telah melihat dunia luar , sungguh dunia yang tidak mereka ( orang tua ) lihat di tahun 70-an hingga 80-an sewaktu mereka remaja.

dunia ini tidak ideal, tidak seperti bayangnya puluhan tahun yang lalu , orang-orang semakin kapitalis dan individualis , semua kebaikan harus berbayar dengan uang. sebuah silaturahmi yang semu. Ketidakpedulian terhadap yang lain dan berusaha untuk memakmurkan diri sendiri dan keluarganya

di tengah dunia yang tidak ideal ini

anak-anaknya bertemu dengan orang-orang hebat

memulai menggunakan otaknya untuk melakukan sesuatu dan memberikan sesuatu

sesuatu yang hilang tergerus oleh kapitalisme di negeri ini

- - -

anak-anak mereka telah belajar tentang agama yang tidak diajarkan di masjid-masjid kampung , tentang mendalami agama melalui ilmu pengetahuan yang lebih tinggi , pemahaman yang lebih baik , dan ketulusan yang lebih dalam

- - -

anak-anak pulang dan sering beradu argumen dengan orang tuanya , semua merasa benar , tapi alangkah indahnya jika seoarang anak itu berbicara dengan kelembutan kepada orang tuanya

bakti kepada orang tua adalah kewajiban ,tapi memperjuangkan kebenaran yang jauh lebih baik adalah sebuah keutamaan. Selaraskan kedua agar ridha Allah turun di jalan yang kita pilih

aku 

jauh jauh merantu , sekolah tinggi-tinggi

hanya untuk mengajar anak-anak kecil nan polos yang tidak memiliki akses pendidikan bermutu

sungguh jika saya tidak sekolah di tempat saya ini sekarang

mungkin

mungkin saya hanya akan memikirkan masa depan saya sendiri , sibuk memakmurkan diri sendiri 

nyatanya … saya jadi melihat

negeri ini rupanya kehilangan pemuda-pemudanya yang peduli

maka jangan heran , ketika mereka berada di kursi-kursi penentu kebijakan , tidak jarang mereka sibuk memikirkan kemakmuran diri mereka

saya bersyukur bertemu dengan teman teman hebat dan luar biasa disini

Bandung