Cerpen : Dunia Memanggilnya Icha
“Akan kau beri nama siapa perempuan ini ?”,Lelaki itu bertanya kepada perempuannya.
“Namanya Ustica , dunia akan memanggilnya Icha”,nada perempuan tersebut terlihat begitu menyenangkan.
“Akan kau berikan apa kepada nya?”,Ia kembali bertanya.
“Aku akan memberikannya kasih sayang dan ilmu pengetahuan , akan aku ajarkan kepadanya cara mencintai dan dicintai , akan ku ajarkan pula seluruh pengetahuan yang selama ini aku peroleh untuk membesarkannya”
“Aku rasa itu semua belum cukup”,lelaki itu tersenyum.
“Aku akan berikan padanya harapan , itulah hal terbaik yang pernah diberikan”
Sepasang manusia itu mencium dahi bayi mungil yang baru saja bertemu dengan dunia.Jika dunia memiliki tangan,mungkin ia akan senang hati memeluk ataupun membopongnya. Jika dunia memiliki bibir , mungkin saja dia akan dengan bahagia menciumnya.
“Lalu,apa yang harus aku lakukan?”,lelaki itu bertanya kembali kepada perempuannya.
“Jadilah laki-laki pertama yang dicintai olehnya kelak , kau harus jadi lelaki yang paling baik di muka bumi untuk bisa melakukannya”,perempuannya menjawab.
“Tentu saja akan aku lakukan”
Bilik kamar ini terasa lebih lapang dari biasanya , lapang oleh kebahagiaan. Kehadiran bayi ini seperti melahirkan dunia yang baru bagi sepasang manusia ini. Dunia yang lama telah sempit dan penuh masalah , dan dunia baru ini hadir dengan segala hal baru dan lebih luas.Aku saat itu menyaksikan tidak sengaja adegan itu ketika masih kecil, aku masih tidak mengerti apa yang mereka katakan , bagiku , anak-anak yang hanya mengerti bermain dan bermain kata-kata mereka adalah kata-kata orang dewasa yang penuh rahasia.
Aku menyaksikan Icha tumbuh menjadi perempuan kecil hingga tumbuh menjadi perempuan dewasa , menjadi harapan sepasang manusia yang dulu sibuk merencakan masa depannya. Namun,Icha memiliki masa depannya sendiri.Aku tidak mengerti hingga aku benar-benar dewasa .
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
“Lihatlah , katakan padaku bahwa aku tidak bermimpi”, perempuan itu berkata lirik kepada lelakinya.
“Seandainya kita sedang bermimpi , pasti ini mimpi indah”.Lelakinya menjawab.
“Ia tumbuh membanggakan , bukan begitu?”,perempuan itu tersenyum.
“Kau mengajarkan kepadanya lebih banyak daripada yang kau janjikan dulu”
“Dan kau membuatnya jatuh cinta tak terkira sampai-sampai tidak ada pemuda yang bisa menaklukan hatinya lagi”
Sepasang manusia itu tertawa di antara banyak pasangan manusia yang lain dalam sebuah aula besar sebuah kampus paling tenar di seluruh negeri. Hari ini bayi kecilnya telah tumbuh lebih besar puluhan kali. Menjadi seorang gadis manis yang membuat banyak mata pria berbuat dosa karena tidak bisa menunduk , yang membuat banyak perempuan lain sibuk ngerumpi karena begitu sirik.
“Icha, seandainya ada laki-laki yang berani memintamu dari Ayah saat ini , mungkin saja Ayah akan mempertimbangkan untuk menerimanya”
Lantas aku berusaha mengejar waktu untuk hari baik ini , anak laki-laki kecil yang dulu tidak mengerti apa-apa telah membawa seikata bunga tulip putih, melangkah ragu-ragu ke arah gadis yang sejak kecil tak ia sadari telah mencuri perhatian hidupnya.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
tulisan ini dibuat khusus untuk Mbak Ustica H.Riastuti ( ichahaedy.tumblr.com ), semoga hutang tulisan saya lunas ya Mbak , hehe …:D
maaf baru bisa mengerjakannya sekarang :(
#barudapetIDE :)

